Tuesday, 21 July 2015

Pentingnya Protein Hewani? Peternakan Part 1


Pagi, masih jam 6.01 WIB.  Kali ini gw akan menceritakan pandangan gw tentang peternakan dimana merupakan jurusan yang gw ambil selama kuliah.  Tulisan ini gw dedikasiin buat orang yang awam tentang peternakan dan ingin tau tentang peternakan.

Bahasan kali ini adalah pentingnya protein hewani bagi kehidupan suatu bangsa.  Pangan merupakan kebutuhan utama manusia untuk hidup.  Pangan harus dicukupi secara seimbang -tidak kurang, tidak berlebih.  Pangan yang kita makan mengandung berbagai macam molekul yang dibutuhkan tubuh.  Salah satu molekul yang sering dijadikan ukuran -bahkan ukuran kemiskinan- adalah protein.  Protein yang akan saya bahas adalah protein hewani atau yang berasal dari hewan ternak.  Jadi, disinilah letak inti dari pentingnya sebuah peternakan dan sekaligus menjadi masalah bagaimana memenuhi kebutuhan tersebut.

Kenapa protein hewani sangat penting bagi tubuh manusia? karena protein hewani mempunyai asam amino -penyusun protein- yang tidak bisa dibentuk oleh tubuh manusia atau sering disebut asam amino esensial.  Asam amino ini jarang ditemukan di tumbuhan, sekalipun ada jumlahnya tidak seimbang atau tidak bisa dimanfaatkan oleh tubuh kita.  Asam amino ini penting untuk tumbuh kembang anak terutama pertumbuhan otak anak yang merupakan penerus bangsa.  Dari alasan ini, konsumsi protein hewani akan sangat berpengaruh terhadap kemajuan suatu bangsa.

Disinilah letak pentingnya peternakan untuk mengambil bagian memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat khususnya Indonesia.  Pertanyaannya adalah, apakah kita sendiri sudah memenuhi kebutuhan protein hewani kita sendiri?



Monday, 20 July 2015

Cara Saya Memaknai Instagram

Pagi, kali ini saya ingin bercerita tentang instagram.  Saya yakin hampir tidak ada yang tidak tahu tempat sharing foto seperti instagram.  Saya disini bukan mau menjelaskan instagram itu apa, tetapi saya ingin bercerita tentang makna instagram menurut saya.



Cerita tentang instagram yang menurut saya merupakan sosmed yang cukup sederhana.  Hanya posting foto atau video 15 detik ditambah caption sehingga follower bisa "love" dan comment sebagai feedback.  Prakteknya di lapangan, seringkali orang mengupload hal-hal bertema tertentu.  Seperti ada yang isi instagramnya foto makanan, gambar sketsa, foto-foto pemandangan, dan masih banyak lagi.

Pertanyaannya adalah, apa yang sebenarnya harus dilakukan dengan akun instagram yang saya punya?

Melihat dari penggunaan yang saat ini kebanyakan orang lakukan seperti yang saya tadi tulis di atas membuat saya bertanya lagi kepada diri saya sendiri.  Lantas apakah saya harus mengupload foto-foto sapi, domba atau ayam gara-gara saya adalah mahasiswa Fakultas Peternakan?  Saya kira tidak, saya tidak ingin saat orang lain melihat akun saya dengan foto profil wajah saya sendiri pada saat dibuka isinya gambar-gambar ternak.  Emangnya saya ternak?

Bercerita tentang instagram sendiri saya lebih memaknainya sebagai sebuah representasi diri kita dalam bentuk foto dan video singkat.  Jika di ibaratkan mungkin apabila ada diri kita di dunia nyata dengan kelengkapan fisik serta segudang kegiatan yang dilakukan, kita harus punya diri kita secara diigital.  Kita harus membatasi tema kita di dalam instagram.  Kita bisa dengan bebas mengupload foto makanan, pemandangan, ataupun usaha kita.  Selama apa yang kita upload dapat bercerita tentang diri kita.

Setelah saya fikir-fikir, walaupun apa yang kita upload random itu bukan berati kita tidak punya tema untuk akun instagram kita.  Tetapi kita punya tema yaitu : diri sendiri.  Layaknya orang dengan akun instagram dengan tema makanan, pemandangan, dll. apa salahnya kita punya tema diri sendiri dengan berbagai cerita didalamnya.  Layaknya foto album nanti, mungkin anak atau cucu kita bisa lebih tau kita dari akun instagram yang kita punya.

Jadi, sekian sedikit sudut pandang yang saya kemukakan tentang instagram.  Perlu di ingat, ini hanya sekedar sudut pandang yang saya buat.  Dalam penggunaannya instagram ini sangat tergantung sekali tujuan dari kalian sendiri.

(Kholid Al Fadhil)

Friday, 3 July 2015

Mengabdi Kepada Masyarakat di Kabupaten Purwakarta yang Istimewa

Purwakarta, dengan slogannya sebagai Purwakarta Istimewa membawa kami kepada realitas baru bahwa ternyata mendidik bukan melulu dengan kemewahan, melainkan dengan memanfaatkan segala sesuatu yang kita bisa temukan di sekitar kita. bagaimana caranya? kami dibuat terperanjat kaget oleh statement sang Bupati, Dedi Mulyadi mengenai impiannya membangun Kabupaten Purwakarta yang membuka pertemuan dalam sambutannya kala 67 Mahasiswa menghadiri acara penyambutan mahasiswa IPB yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata berbasis Profesi (KKN-P) periode tahun 2015 di 3 Kecamatan di Kabupaten Puwakarta , sore itu (28/6). Dedi Mulyadi mengemukakan bahwa Purwakarta akan membangun lewat pendidikan dan pertanian yang akan dikolaborasikan dalam bentuk kurikulum sekolah khas Purwakarta. seolah sejalan dengan misi Mahasiswa yang melakukan KKN-P tahun ini, adalah dengan mengimplementasikan salah satu dari tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat yang disesuaikan dengan keahlian yang didapat sesuai dengan program studi masing-masing. baik tentang Pertanian, Peternakan, dan isu-isu Ekologi Manusia seperti gizi dan kesehatan masyarakat, pendidikan anak, dan pengembangan masyarakat.

Purwakarta berhasil membuat First Impression positif untuk kami. karena setelah penyambutan, mahasiswa-mahasiswi IPB diperkenankan untuk berkeliling ke beberapa lokasi yang menjadi ikon Kabupaten Purwakarta. seperti Situ Buleud, dan Diorama Purwakarta yang menghadirkan napak tilas sejarah Purwakarta dengan berbagai perangkat interaktif. Kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat ini berhasil membangun dengan kekuatan lokalitasnya.

KKN-P IPB dilaksanakan selama dua bulan terhitung 29 Juni 2015 hingga 28 Agustus 2015, mahasiswa IPB diharapkan dapat mengabdi kepada masyarakat dengan membawa misi dan program yang disesuaikan dengan keahlian masing-masing serta kebutuhan masyarakat. disebar ke beberapa desa di Kecamatan Plered, Sukatani dan Tegalwaru untuk berbaur bersama masyarakat.

(Wulan Mustika)

Youtube Channel