Saya ingat sekali dulu saat menyambut kelulusan SMA dan masuk perguruan tinggi. Saat tersebut adalah masa kita -sebagai pelajar- harus giat belajar. Namun, hal yang menjadi masalah adalah, kadang-kadang saya sendiri merasa kesulitan apabila belajar sendiri. Mengikuti pengayaan yang disediakan sekolah dan sekaligus bimbel pun kadang-kadang sangat melelahkan. Hal tersebut membuat proses yang harusnya dijalani untuk meningkatkan kemampuan akademik kita menjadi kurang efektif karena saya sudah terlalu lelah. Sebenarnya, pengayaan dan bimbel tersebut sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan saya untuk menghadapi kelulusan SMA dan masuk ke perguruan tinggi. Namun, hal yang jadi masalah adalah waktu dimana kita merasa poduktif untuk belajar tidak sesuai dengan waktu pengayaan dan bimbel. Hal tersebut menjadi pertanyaan di diri saya "bagaimana cara memanfaatkan waktu belajar produktif yang saya miliki, namun saya tidak mau merasa belajar sendiri?"
Saat itu saya sedang rajin-rajinya membuaka Youtube. Youtube saya gunakan untuk mendengarkan musik-musik, vlog-vlog dari youtuber, dan trailer-trailer film. Karena saya sedang keranjingan youtube saat itu, tiba-tiba saya terfikirkan untuk mencari mata pelajaran yang diujikan saat itu. Dan ternyata benar, sudah banyak yang membahas tentang materi pelajaran. Dari mulai matematika, biologi, fisika, kimia, sampai ekonomi bahkan psikologi. Hal ini cukup menjawab pertanyaan saya di awal. Dengan menggunakan youtube ini, saya bisa memanfaatkan waktu produktif belajar yang saya miliki.
Hal pertama yang saya rasakan saat belajar menggunakan youtube adalah animasi untuk mengilustrasikan materi pelajaran sangat jelas dan detail sehingga memudahkan untuk dipahami. Namun, hal yang menjadi kendala saya saat itu adalah bahasa yang digunakan adalah bahasa inggris. Saat itu saya belum terbiasa mendengarkan orang berbicara bahasa inggris. Namun, keunggulan menggunakan youtube adalah video yang ditonton bisa diulang-ulang sehingga apabila ada bagian yang kurang dimengerti dapat dengan mudah diulang. Lama-kelamaan saya mulai terbiasa mendengar bahasa inggris sehingga materi dapat dengan mudah saya pahami. Permasalahan bahasa ini bukan lagi menjadi masalah, apalagi pelajar mendengarkan lagu pun sudah berbahasa inggris. Channel youtube yang saya ikuti saat itu adalah MinutePhysics, CrashCourse atau KhanAcademy. Teman-teman bisa langsung mencarinya di youtube.
Fenomena ini menjelaskan bahwa trend belajar sudah beranjak ke media digital dimana keterbatasan waktu dan tempat sudah bukan lagi masalah. Media audio visual berupa yang menarik dan tidak membatasi kreativitas pembuatnya. Permasalahannya adalah apakah pelajar Indonesia sudah melek tentang manfaat youtube ini? Ataukan youtube hanya digunakan untuk hiburan semata?
Hal yang menjadi harapan masa depan saya, bukan hanya kita yang menjadi pelajar yang menggunakan youtube untuk belajar, tetapi kita melangkah menjadi guru yang menggunakan youtube untuk mengajar.

No comments:
Post a Comment