Saturday, 1 March 2014

Catatan Mata Kuliah Pertama M.K. Perilaku Konsumen

Kholid Al Fadhil mahasiswa
Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan,
Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.

Kuliah Perilaku Konsumen  Feb – Juni 2014
Dosen:
Prof Dr Ir Ujang Sumarwan, MSc
Dr Ir Lilik Noor Yuliati, MFSA
Ir. MD Djamaluddin, MSc
Ir. Retnaningsih, MS

Text Book:
Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Edisi 2 Cetakan 1. Jakarta: PT Ghalia Indonesia


Catatan Kuliah Pertama
Saya Kholid Al Fadhil mahasiswa Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Pada hari Jumat, 28 Februari 2014 saya mengikuti kuliah Perilaku Konsumen sebagai SC. Kuliah ini disampaikan oleh Dosen yang sangat ahli di bidang konsumen, yaitu Prof Dr Ir Ujang Sumarwan MSc. Beliau juga menulis buku dengan judul Perilaku Konsumen yang dijadikan buku pegangan untuk mahasiswanya.
Latar belakang saya memilih mata kuliah perilaku konsumen karena saya mempunyai cita-cita membuat suatu bisnis.  Selain itu, belajar perilaku konsumen berarti belajar bagaimana seseorang merespon suatu produk tertentu.  Tetapi saya memaknai lebih dari itu.  Dengan mata kuliah ini, saya bisa lebih mengenal alasan-alasan seorang individu dalam menentukan sebuah keputusan dalam memilih dan menentukan sesuatu.  Maksudnya, bukan hanya terbatas pada benda dan jasa saja yang diperjualbelikan saja yang dibahas.  Tetapi hal-hal yang seperti memilih jodoh seperti yang dicontohkan Bapak Ujang selaku dosen yang mengajar mata kuliah ini.  Tentu bukan memilih jodoh yang harus digaris bawahi, tetapi relevansinya.
Pada awal semester empat, mata kuliah yang direkomendasikan diambil oleh mahasiswa Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan menghabiskan enam belas SKS.  Itu berarti, semester ini merupakan saat yang tepat untuk mengambil SC.  Oleh alasan itu saya berfikir mata kuliah apa  yang tepat untuk dijadikan SC.  Ada beberapa kriteria yang saya punyai untuk mengambil mata kuliah SC ini.  Pertama, mata kuliah yang saya ambil harus dari bidang sosial.  Itu karena saya sangat tertarik dengan bagaimana arah perilaku manusia dan motivasi manusia untuk melakukan sesuatu.  Ini karena saya mengira kita semakin dewasa maka semakin banyak kita berhubungan dan bercengkrama dengan orang lain, baik dari suatu organisasi formal maupun non-formal.  Tentu dengan modal SC yang saya ambil ini diharapkan saya bisa lebih percaya diri saat berhubungan dengan orang lain.
Kesan pertemuan pertama dari mata kuliah ini adalah susana yang menarik.  Ini terasa saat pertama Bapak Ujang masuk.  Beliau langsung meminta mahasiswa-mahasiswa untuk memikirkan sebuah kata yang bisa mewakili kata “konsumsi”.  Dekatan saya dan teman-teman mencari suatu kata yang mewakili kedalam catatan mereka.  Setelah itu belia meminta kami untuk menyebutkan kata tersebut dan apabila kata tersebut sama, kita mendapat hukuman untuk menyanyi dikelas.  Sontak teman-teman terlihat mulai merasa cemas karena kemungkinan kata yang mereka tulis bisa sama.  Ini membuat teman-teman sedikit memaksakan kata-kata yang mewakili kata tersebut.  Misalnya, ada yang menyebutkan: rekening bersama, ongkos kirim, nangis dsb.  Sementara saya mendengar kata-kata terlontar tersebut, saya sedikit berfikir.  Mungkin banyak teman-teman saya seorang kaskuser. Saya juga sedikit bingung apa hubungan antara konsumen dan nangis?  Mukin bener apa yang disebut Raditya Dika.  Kalau cewek melihat barang yang sama dengan harga lima ribu lebih murah dari yang ia beli dia akan nangis.  Oke, itu perilaku konsumen.
Kesan yang sangat membekas dari mata kuliah ini bagi saya adalah refreshing.  Mata kuliah ini membawa penyegaran badi saya karena mata kuliah yang saya dapat sebagian besar mengenai ternak.  Ini menjadi momen untuk menarik nafas dan memikirkan hal lain.  Tetapi, bukan berarti bahwa mata kuliah ini tidak berhubungan sama sekali.  Ini sangat berhubungan karena peternakan merupakan hal yang bisa saya bilang membudaya di Indonesia dan tentu kita apabila kita menjadi peternak pasti tidak lepas dari konsumen.

No comments:

Post a Comment

Youtube Channel